Saturday, February 8, 2014

Selfie

Baiklah! Siapa yang tidak kenal dengan istiah baru ini? Bagi yang belum ngarti mending googling dulu biar ngarti. Karena untuk saat sekarang ini akan terlihat bego jika tidak tau apa itu selfie. Kegiatan yang terbilang narsis ini berhasil menyatukan semua kalangan mulai dari rakyat biasa sampai presiden sekalipun. Selfie menyalurkan narsisnya seseorang melalui kamera yang dihadapkan pada diri sendiri. Selfie juga menjadi suatu keharusan jika sudah berada di tempat yang spesial dan tidak ada seorang pun yang mau disuruh-suruh buat ngambil foto. Namun yang bikin saya mikir mengapa orang-orang suka selfie dan mengapa selfie begitu cepat menular. Entahlah! Walaupun masih bertanya-tanya, toh saya juga sering selfie. Ya! Semua suka ber-selfie tak terkecuali saya. Memanyunkan bibir kearah kamera dan sebagainya selanjutnya di-edit dengan camera360 atau apalah. Langkah terakhir untuk penyempurnaan adalah dihapus. Kenapa dihapus karena orang jelek seperti saya tidak cocok dengan selfie. Mau bagaimanapun gaya manyunnya, sudah barang tentu tidak cocok.

Ditengah banyaknya orang-orang ber-selfie ria. Ada beberapa hal yang saya perhatikan dari orang yang sedang ber-selfie. Berikut beberapa hal tersebut :

1. Egois

Apalagi kalau bukan egois namanya jika seorang sedang selfie tidak memperhatikan orang-orang sekitar yang siapa tau ingin ikut berfoto. Orang yang berselfie egois jika ia manyun-manyun sendiri depan camera360 sedangkan masih banyak rakyat jelata yang juga suka manyun-manyun. Sepantasnya jika hendak selfie, ajaklah orang sekitar: "mbak, mau ikut manyun sama saya nggak?".

2. Banyak Mau

Jika anda berpose selfie, maka anda akan banyak mau. Mendadak selektif dengan hasil jepretan anda sendiri. Karena logiknya adalah tidak mungkin berpose selfie cukup hanya sekali. Tentu anda akan melakukannya berulang-ulang, lagi dan lagi, seterusnya sampai smartphone anda menggantung dan lowbath.

3. Boros

Apalagi buat para cewe-cewe kece. Tidak lengkap rasanya jika hanya selfie, tentu mereka yang ber-selfie akan mengunggahnya ke sosial media, instagram misalnya. Tidak cukup sampai disitu, mereka juga berkicau di twitter dan share di facebook dengan tagar yang fenomenal seperti : #akkuh #lagi #bosan #sendirian #dirumah dan #blablabla. Yang diunggah tentulah bukan hanya satu, percuma foto selfienya banyak jika yang diunggah cuma satu. Akan ada seri kedua ketiga dan seterusnya dari edisi foto itu. Dan disinilah terjadinya pemborosan kuota internet.

4. Penipu

Kegiatan ber-selfie ini boleh dikatakan kegaiatan yang mendekati penipu, karena membanggakan diri dengan hasil bukan original melainkan editan. Jika ber-selfie, maka akan susah membedakan mana yang cantik dan mana yang tidak cantik. Semuanya karena aplikasi semisal camera360.

itulah beberapa pandangan saya terhadap orang suka selfie. terakhir, tips agar selfie anda terlihat bagus. pertama, siap-siap. kedua, ambil kamera. ketiga, atur posisi. keempat, jepret. kelima, edit. keenam, hapus.