Selasa, 11 Februari 2014

Saya Juga Ingin Punya Pacar

Iya, saya tau kalo saya masih belum pernah pacaran dari sejak lahir sampe sekarang. Sebagian orang masih memandang sebelah mata orang yang belum mempunyai pasangan. Tenanglah! Itu hanya sebuah asumsi yang dibuat oleh orang yang tidak bertanggung jawab dan sialnya asumsi itu membesar dan membengkak. Bahkan ada yang menganggapnya sebagai fakta. Kalau kata anak zaman sekarang sih dikenal dengan istilah jomblo untuk orang yang belum pacaran. Tapi zaman kakek saya dulu cuma disebut lajang saja kok. Pernah sih saya deket sama cewek, sebatas deket doang engga pacaran. Karena saya melihat pacaran bukanlah sebuah ikatan yang resmi serta tidak memiliki perlindungan hukum, itu kalo menurut saya lho. Jika dalam urusan rumah tangga seorang istri bisa menuntut suaminya karena KDRT atau sebaliknya suami yang nuntut istri dalam KDRT juga, maka dalam sistem perpacaran tidak bisa. Ya alasannya sederhana saja, pacaran adalah tidak resmi serta tidak diakui baik secara agama dan negara. Dalam berpacaran bisa saja ada kekerasan fisik ataupun kekerasan hati (lebih sering kekerasan hati). yang jadi masalahnya adalah belum adanya perlindungan hukum yang jelas untuk orang yang tersakiti dalam pacaran. Kemudian yang terpenting yang jadi pertimbangan saya kenapa belum mau pacaran adalah memang belum ada yang mau saja sama saya. Sebenarnya saya punya gejolak yang tinggi untuk memiliki seorang pacar, gejolak itu timbul dalam diri saya ketika menonton film romantis yang mempertontonkan sepasang manusia laki-laki dan perempuan yang begitu serasi dan membuat iri orang lain. Saya mudah terpengaruh orang.

Kalau dipikir-pikir pacaran itu apa sih? orang-orang bilang pacaran adalah tahap awal menuju pernikahan. Menurut saya, pacaran itu hanya mengubah kebiasaan yang dulunya panggil nama jadi panggil sayang, mengubah kebiasaan yang dulunya saling malu-malu, sekarang saling tidak tau malu. ya tau sendiri lah, sistem perpacaran sekarang ini telah banyak yang tidak sesuai aturan.

Kalau dilihat dari manfaatnya, saya sama sekali tidak tertarik untuk pacaran. Karena memang manfaat dari pacaran itu bisa dibilang engga ada. Baiklah, katakanlah ada manfaatnya pada suasana hati misalnya. Karena pacaran melibatkan hati, maka manfaatnya tentulah terletak pada suasana hati seseorang, merasa ada yang sayang dan ada yang memperhatikan, merasa ada teman spesial untuk bermain di tempat sepi. itu juga sebabnya banyak yang sakit hati dan berujung musuhan, karena sebenarnya pacaran adalah kegiatan yang bermain-main dengan hati. Maka hati-hati.

Selain hati, manfaat lainnya dari pacaran ada di bidang ekonomi, meningkatnya pemesanan kamar hotel saat malam pergantian tahun, meningkatnya penjualan coklat dan bunga pada setiap menjelang tanggal 14 Februari. Itu saja sih yang saya lihat manfaat pacaran. Manfaatnya untuk pribadi ya hanya dihati. Merasa senang yang tentunya tidak abadi.

Tapi kalau boleh jujur, akhir-akhir ini saya sedang memperhatikan betul seorang cewek yang juga teman saya sendiri. Kalau dalam kalimat gombal, ia adalah orang yang selalu membuat hati saya tidak menentu saat kami bertemu. Apalagi beberapa hari ini kami sering bertemu dan saya juga merasa nyaman bila bersama dia. Tepatnya nyaman dan deg-deg-an. Kalau hati saya bisa ngomong, tentulah sudah saya omongkan baik-baik tentang perasaan saya ini ke dia. Hati cuma bisa merasa, yang bicara adalah mulut dan mulut saya adalah organ yang paling sering berbohong tentang apa yang dirasakan hati. Saya sempat beberapa kali mencoba berkata jujur, namun selalu ada saja yang mengganjal dan mengajak pulang. Akhirnya ya tidak jadi saya omongkan. Saya masih bingung, apakah rasa saya ini hanya bisikan setan yang terkutuk atau memang petunjuk dari tuhan untuk saya agar segera bertemu jodoh. Ah entahlah! Urusan hati memang selalu membuat kita berpikir diluar akal sehat.

Sekarang, setelah suasana hati saya mulai reda dan otak saya mulai berpikir. Maka saya putuskan untuk tidak membicarakan suasana hati saya ke dia. saya hanya ingin terus bersama dan satu-satunya jalan agar terus bersama adalah berteman baik dengan dia. saya memang orang yang penakut, takut jika saya bicarakan yang ujung-ujungnya merusak pertemanan kami yang erat sekarang ini.

Ya, saya tau ini adalah postingan blog saya yang seharusnya berkategori #curhat. Maka untuk pertama kalinya setelah sekian lama ngeblog dengan beragam opini saya di blog ini. Saya putuskan untuk membuat kategori khusus agar tidak mengandung muatan politik dan hukum. Kategori ini akan mewarnai blog saya dan kehidupan saya. ya, karena saya orangnya penakut didunia nyata, saya hanya berani ngomong di dunia maya. Dan diblog inilah tempat saya menuangkan isi pikiran sekaligus isi hati.

Diatas paragraf ini, sudah ada 700 kata lebih yang menurut saya tidak bermanfaat untuk anda. maka dengan ini saya akhiri postingan berkategori #curhat ini, agar tidak terlalu panjang. Dan saya tau anda masih punya pekerjaan lain selain membaca tulisan #BloggerBego ini. Terakhir, salam untuk orang yang sudah membaca ini dan untuk si dia yang membuat hati saya merasa nyaman. yang membuat hati saya nyaman sekarang adalah bisa bernafas dan sehat, bisa twitter-an, ngaskus, wancak-an, dan ngeblog. Itu saja, Wassalam!