Saturday, February 8, 2014

Cara Cepat Menutup Pabrik Rokok

Merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi, gangguan kehamilan dan janin
Kalimat itulah yang tertera disetiap bungkus rokok di Indonesia. Namun kalimat ini sama sekali tidak mendapatkan perhatian dari para penjual rokok dan perokok. Meningkatnya perokok aktif di Indonesia salah satunya adalah adanya peran dari Iklan rokok itu sendiri, iklan rokok yag dibuat semenarik mungkin agar orang mau membeli produk rokok mereka. tak jarang iklan rokok dibumbui dengan kalimat-kalimat berbau motivasi, tentunya tersirat disana motivasi untuk membeli rokok itu. Rokok memang sudah menjadi budaya orang Indonesia. Sejak zaman nenek moyang kita dahulu rokok sudah menjadi cemilan favorit para petuah adat. mereka merokok salah satunya untuk menghangatkan tubuh dari cuaca dingin. Tidak saja kaum laki-laki, kaum perempuan zaman dahulu juga ikut merokok. Seiring dengan perkembangan zaman yang semakin maju, rokok orang terdahulu pun diganti dari daun-daunan sejenis nipah dengan tembakau yang tentunya mengandung zat berbahaya bagi tubuh. Tebakau awalnya memang tidak berbahaya, namun karena adanya reaksi pembakaran maka disanalah permasalahannya. Sehingga banyak orang berkata “rokok tidak akan berbahaya selama tidak ada api”. 

Ditengah antusiasnya anak muda kita untuk merokok, tentu timbul permasalahan yang serius. Rokok tidak saja membuat kantong penggunanya semakin tips, tapi juga terdapat masalah kesehatan disana. Tentulah rokok ini akan menyerang paru-paru manusia yang dibuat untuk bernapas dan menggunakan udara yang segar saja. Namun ancaman paru-paru ini sama sekali bukan menjadi ancaman serius bagi seorang perokok. Mereka tetap saja bersikeras untuk mengepulkan asap dari mulut mereka. pada awalnya memang orang-orang dewasalah yang merokok. Namun karena banyaknya iklan rokok yang terlihat keren, maka perokok-perokok newbie pun bertambah banyak. mulai dari anak-anak pendidikan dasar hingga orang-orang yang mau meniggal dunia pun sudah kenal dan menjadi perokok aktif.

Karena banyak anak-anak sekolah yang sudah merokok, maka guru-guru di sekolah pun mulai geram dengan tingkah mereka. rokok telah mengubah perilaku anak didik dan mengubah pola pikirnya menjadi agak brutal dan keras. Maka timbullah rasa ingin melarang anak-anak agar tidak merokok. pemerintah pun mulai melarang keras anak-anak yang masih sekolah untuk merokok. ini terbukti dari peraturan sekolah yang memasukkan rokok sebagai larangan utama dari sebuah sekolah. Anak didik dilarang merokok tapi guru-gurunya boleh. Inilah sebab mengapa peraturan ini tidak efektif. Yang namanya anak didik dimana-mana pasti akan meneladankan gurunya. jika gurunya saja merokok, masa muridnya tidak. ini mirip dengan kejadian Nabi Muhammad menyuruh umatnya untuk sholat malam, namun sebelum Nabi Muhammad menyuruh begitu, kaki beliau sudah bengkak duluan. Beliau memberikan teladan yang baik terlebih dahulu agar orang-orang mengikutinya dengan ikhlas dan tanpa paksaan. Guru memang bukan Nabi, tapi setidaknya Guru adalah teladan bagi anak didiknya di sekolah. Jadi, menurut #BloggerBego peraturan yang melarang siswa agar tidak merokok tidak akan efektif tanpa gurunya dulu yang disuruh berhenti merokok. saya memang tidak punya solusi agar anda yang masih merokok cepat-cepat berhenti, saya hanya memberi gambaran bagaimana menjadi teladan yang baik bagi orang sekitar.



Rokok tidak saja membuat masalah pada kesehatan dan mental. Rokok juga memberi masalah pada maju tidaknya negara ini. Di Indonesia, orang yang paling kaya adalah yang punya pabrik rokok. Masih banyak acara yang sponsornya adalah perusahaan rokok. Sampai-sampai sponsor kegiatan olahraga pun masih dirajai oleh rokok. Ini jelas bertentangan. Merupakan ciri negara yang belum bisa maju jika orang terkayanya bergerak dibidang tembakau. Di negara-negara maju, orang terkaya justru bukan pemilik pabrik rokok. Mereka punya usaha lain yang lebih bermanfaat. Disamping itu, tidak adanya lapangan pekerjaan lain bagi buruh rokok untuk move on dari pekerjaannya. Karena banyak buruh rokok dan petani tembakau yang tidak bisa move on, maka mereka akan mati-matian membela sumber penghidupan mereka. namun ini bukanlah urusan saya, ini sudah menjadi urusan pemerintah agar secepatnya menutup pabrik rokok. Namun menurut hemat saya, cara yang paling efektif untuk menutup pabrik itu adalah jangan dibeli produk mereka. jangan pakai produk mereka untuk sponsor olahraga. Terakhir, saya juga seorang perokok, perokok pasif. Karena dirumah masih ada satu orang dari empat yang tidak bisa berhenti merokok yaitu Ayah saya.