Monday, January 20, 2014

Tidak Punya Keturunan

Miris!. Itulah kalimat yang mungkin tepat untuk menggambarkan seorang yang tidak akan punya keturunan atau generasi penerusnya dimasa mendatang. Mungkin orang yang tidak punya ketururnan ini akan menderita galau akut yang berlebihan. Kasian juga sih liatnya. Tapi saya senang Ayah saya tidak punya keturunan. Keturunan perokok di keluarga saya. Karena yang merokok dirumah hanya Ayah saya seorang. Pernah saya suruh untuk berhenti namun sudah terlanjur kecanduan katanya. Ayah saya punya dua anak laki-laki yang tidak merokok. Saya dan abang saya Alhamdulillah tidak merokok sampai detik ini dan selamanya. Saya merasa senang jika Ayah saya tidak punya keturunan. Mungkin dari garis keturunan ayah saya adalah orang terakhir yang akan bersentuhan dengan rokok. Apa untungnya coba? Jika saya mewarisi kebiasaan merokok ayah saya sama sekali tidak ada dan tidak akan ada manfaatnya.

Menghabiskan uang demi kepulan asap yang juga merusak lapisan ozon. Sama sekali tidak bermanfaat. Tapi jujur, saya bangga dengan ayah saya. Bukan bangga karena ayah saya perokok. Cuma bangga karena masa kecil saya tidak diajarkan untuk merokok, coba bayangkan jika sempat waktu kecil saya diajarkan merokok oleh ayah saya? Pasti blog ini tidak akan tayang. Karena uang yang seharusnya beli kuota jadi beli rokok. Dan anda tidak akan menemui #BloggerBego yang tidak merokok seperti saya ini. Beruntung negeri ini dianugerahi orang-orang seperti saya. Orang yang irit, bandel, dan ramah lingkungan karena tidak menghasilkan polusi udara (kentut itu termasuk polusi udara bukan?).