Sunday, January 19, 2014

“Saya yang bayar, Pemerintah adalah Pembantu”

Banyak orang yang masih belum paham dan mengerti arti judul diatas. Ada yang masih kokoh memegang kata-kata itu hanya karena ia membayar pajak. merekalah orang-orang yang suka menghujat pemerintah dan jajarannya. Misalnya saja akhir-akhir ini yang cuacanya tidak menentu lalu terjadi bencana, orang-orang lantas menyalahkan pemerintah atas lemahnya infrastruktur dan penanganan. Apalagi di media sosial, banyak sekali penghujat pemerintah yang sebenarnya belum paham bagaimana menjadi warga negara yang baik. Kita tidak seharusnya menganggap Pemerintah itu sebagai pembantu. Memang rakyatlah yang memegang kekuasaan tertinggi dalam demokrasi namun ini bukan berarti semena-mena menghujat pemerintah hanya karena kita bayar pajak.

Jika kita analogikan orang-orang yang belum paham itu, seperti sebuah Restoran dimana Presiden sebagai pemiliknya dan kita sebagai rakyat adalah pelanggan. Memang, pelanggan harusnya membayar untuk dapat fasilitas, namun jika pelanggannya bikin onar, si Pemilik restoran ini berhak untuk mengusir pelanggan yang berbuat tidak pantas. Maka dipanggillah security yang didunia nyata adalah polisi untuk mengusir pelanggan yang nakal ini. Jika negara kita analogikan seperti ini, maka yang akan terjadi adalah kekacauan bahkan kehancuran. Negara ini tidak butuh orang penghujat, Negara ini butuh orang yang mau #turuntangan menangani masalah-masalah yang melanda ibu pertiwi ini.

Lalu bagaimana kita memperlakukan pemerintah agar Indonesia ini cepat berubah ke arah yang lebih baik? Tentunya dengan menjadikan Negara dan pemerintahnya sebagai Partner dari kita sebagai rakyat. Menjadikan presiden sebagai partner akan membuat jalinan antar keduanya lebih erat seperti halnya kita memenuhi undangan pernikahan dan kita membawa partner kita, akan terlihat kebersamanaan dan keromantisan yang melebihi hubungan antara pemilik dan pelanggan. Kalau tidak puas sebagai partner, jadikan lebih dari itu, jadikan Negara ini sebagai Pacar kita sebagai rakyat. Karena didalam sistem perpacaran di Indonesia tentu akan ada tragedi atau peristiwa tidak mengenakkan yang mesti kita hadapi bersama agar cepat menemui penghulu. Ya itulah ibaratnya. Bagi yang jomblo pasti paham.

Soal pajak, anggap saja seperti sebagaimana kita membantu partner kita yang lagi dalam keadaan tidak berduit atau boke’. Partner kita tentunya akan memberikan balasan entah berupa balas budi atau rasa aman yang ia berikan kepada kita. Bila semua rakyat Indoesia beranggapan begini, maka bukan mimpi manis belaka Negara Indonesia akan lebih maju dan rakyatnya sejahtera.