Kamis, 16 Januari 2014

Rapikan Saja

Dalam dunia fashion ada yang namanya style atau gaya. Yang sering terlihat tampil dengan style kekinian adalah makhluk halus bernama perempuan. Namun itu dulu. Zaman dulu yang masih menjunjung tinggi nilai-nilai yang terdapat dalam buku PKn. Sekarang jelas berbeda dengan zaman dulu. Kaum laki-laki pun dituntut untuk berdandan layaknya perempuan. Inilah zaman dimana kaum adam tanya-tanya krim pemutih dan kaum hawa tanya-tanya jersey bola. Sungguh aneh memang, tapi ini sudah terjadi karena pengaruh budaya luar yang masuk begitu saja tanpa filter yang bagus. Diposting kali ini saya akan bahas tentang rambut. Bulu yang tumbuh subur diatas kepala manusia dan sekaligus melindungi kepala dari sengatan matahari langsung.





Dari zaman saya masih Sekolah Dasar, seingat saya sebelum berangkat kesekolah, selalu rambut saya dirapikan oleh emak saya. Memang, semua anak yang seumuran dengan saya pada zaman itu begitu. Untungnya emak saya tidak memberikan style belah dua yang tenar ketika itu. tapi seingat saya, saya juga diberi bedak agak tebal sehingga muka saya terlihat putih. Kulit muka yang tampak putih tidak menyatu dengan warna kulit saya yang agak gelap. Dalam perjalanan kesekolah saya menghapus bedak yang dipasang tadi, saya takut jika ini tidak saya hapus maka akan berlanjut ketika saya sudah besar nantinya menjadi maho. Untungnya saya tidak begitu. Ngomong-ngomong soal maho, kemarin ketika saya potong rambut juga sama maho setempat, potongan yang dipasangkan ke kepala saya memang masa kini. Tapi yang bikin saya kesal adalah ketika proses potong rambut selesai si mbak eh si masnya langsung memberikan senjata pamungkasnya ke pelanggan dengan cara dicolek pipinya. Sepulangnya dari sana langsung saya basuh pake pasir dan digosokkan sebanyak 3 kali berturut-turut, ya mirip cara membersihkan najis. Itu cerita horor saya ketika disalon.

Tidak seperti kebanyakan anak muda seumuran, saya memang tidak mematok style khusus untuk rambut saya. bukan karena kurang update tapi memang gaya rambut ala-ala korea sana memang tidak cocok untuk muka seperti saya yang agak lusuh begini. Jika anda ingin tau bagaimana wajah saya, hanya akan datang didalam mimpi horor anda. Pokoknya bayangkan saja yang jelek-jelek, disana akan timbul salah satu wajah saya. meski begitu, saya orang yang tidak muluk-muluk kalau bercukur, karena ketika mulai duduk dan ditanya ingin gaya seperti apa, saya selalu jawab: Rapikan saja!