Selasa, 21 Januari 2014

Katakanlah: Saya Anti Korupsi !

Sudah menjadi gaya hidup jika seseorang melakukan tindakan melanggar hukum. Bagi seorang yang punya keyakinan akan adanya Tuhan selain melanggar hukum yang berlaku di suatu negara tentu juga tidak sesuai dengan ajaran agama. Saya yakin setiap agama di muka bumi ini pada dasarnya mengajarkan hal yang baik-baik saja tidak pernah mengajarkan sesuatu yang buruk kecuali ajaran sesat. Walaupun setiap orang tahu bahwa semua agama mengajarkan manusia untuk tidak mengambil hak orang lain, masih banyak manusia yang akan berpura-pura tidak tahu jika mereka sedang melakukannya. Sudah sifat alamiah manusia bila ada yang belum puas. Meskipun banyak yang tahu bahwa sifat itu tidak baik masih saja tetap melakukannya. Misalkan, seorang Calon Legislatif atau calon pejabat (saya menyebutnya calon Koruptor) yang ketika berkampanye selalu berjanji untuk mensejahterakan orang banyak atau setidaknya menjadi penyambung lidah ke pemerintah pusat agar daerahnya diperhatikan. Memang pada saat-saat seperti ini semua caleg benar-benar berniat baik dan mulia. Namun ketika sudah jadi dan mereka dapat proyek, tentunya akan goyahlah iman mereka saat melihat rupiah yang begitu banyak. Disinilah berbeloknya niat yang tadinya baik kemudian menjadi manusia terjahat hanya karena materi. Ketika sudah berhasil mengerjakan suatu proyek, ternyata juga belum puas sampai disana. Si Penghuni neraka ini akan bermain perempuan dan narkoba atau salah satunya. Ditahap ini, mereka benar-benar tidak terkendali dan tentunya sudah lupa betul saat janji manisnya ketika berkampanye.

Ketika ia merasa diatas angin dan ternyata belum puas karena masa jabatannya hampir habis, lalu ia akan berusaha korupsi sebanyak-banyaknya lalu uangnya akan dicuci melalui perusahaan yang ia buat agar tidak terlihat hasil korupsinya. Disini ia sama sekali tidak ingat akan janjinya ketika kampanye. Tentulah ia merasa resah gelisah dengan uang yang ada. Mau disembunyikan dimanapun pasti akan ketahuan oleh KPK. Bahkan sampai habis akalnya ia lalu menyimpan uang dibalik dinding ruang karaoke. Tak lama kemudian ia tertangkap tangan. Karena tidak mau masuk bui, ia lalu membantah mentah-mentah kalau ia terlibat korupsi. Sungguh, di dunia saja jalan hidup koruptor tidak akan tenang dengan adanya aparat, lalu bagaimana di akhirat kelak yang siksanya lebih parah dari sekedar hukuman penjara. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang engkau dustakan?

So , mari kita sama-sama belajar bersyukur atas apa yang Tuhan berikan kepada kita. jangan rakus karena jelas-jelas rakus adalah sikap tidak terpuji seperti tercantum di buku PKn kelas 5 SD. Bersyukur bukan berarti tidak punya rezeki, justru dengan cara bersyukurlah rezeki itu datang. Jika anda punya cukup makanan, kasur untuk tidur dan atap tempat berteduh itu berarti anda lebih kaya dari 75% orang di dunia. Jika anda punya uang di rekening bank, di dompet dan beberapa recehan maka anda termasuk dalam 8% kekayaan dunia. Jangankan punya uang, jika anda bangun pagi dalam keadaan sehat juga patut bersyukur, karena jutaan manusia di muka bumi ini sulit untuk bertahan hidup. Dan bagi anda yang dapat membaca postingan ini, maka anda lebih bahagia daripada 3 milyar orang yang tak mampu membaca. Dan saya juga harus bersyukur karena masih bisa terus aktif mengoperasikan blog pribadi ini. Intinya kita harus bisa bersyukur dengan apa yang kita punya. Itulah syarat utama agar anti korupsi.