Friday, January 3, 2014

Densus Delapan-Delapan

6 orang yang diduga teroris tewas setelah baku tembak dengan densus delapan-delapan di Ciputat, Tangerang Selatan, Banten ketika malam pergantian tahun baru kemarin tepatnya 31 Desember 2013. Kejadian ini sungguh sangat mengejutkan saya dan bagi keluarga 6 terduga teroris tentunya. Bagaimana tidak, densus delapan-delapan ini adalah badan yang ditugaskan untuk membumihanguskan teroris dari bumi Ibu Pertiwi tapi yang kelihatan dimata saya cuma insiden penggerebekan yang anak bayi juga bisa lakukan. Yang saya permasalahkan disini adalah status ke 6 terduga teroris tersebut yang belum tentu jadi teroris. Bisa saja yang tewas itu adalah seorang newbie di dunia per-teroris-an, atau bisa jadi baru niat, atau bisa jadi bukan teroris sama sekali. Lalu apa dasar kalian menembak mati mereka?? apa karena mereka berjanggut panjang dan bersorban?? Lalu dimana yang disebut azas praduga tak bersalah?? toh ke 6 terduga teroris tersebut juga punya keluarga yang masih butuh kasih sayang. Apakah tidak ada cara lain selain tembak mati? Setau saya tembak mati ditempat adalah jalan terakhir jika jalan yang lain gagal ditempuh. Apakah begini cara penggerebekan densus delapan-delapan dalam melaksanakan tugasnya?? Okei! Jika yang mau ditangkap tiba-tiba melawan, kenapa tidak diberi watercannon saja?? Takut di bom balik?? Pakai saja tank milik TNI yang dibeli mahal-mahal di luar negeri itu.. setau saya tank tidak bisa ditembus peluru dan aman tentunya. Hahaha... nama densus delapan-delapan sudah tidak cocok lagi untuk kalian.. ubahlah nama kalian menjadi sensus delapan-delapan agar kalian lebih sopan seperti petugas sensus yang bertanya dari rumah ke rumah.


Seharusnya yang kalian tembak mati itu adalah Koruptor yang jelas-jelas merusak negara ini.. kenapa kalian tidak berani menembak mati mereka..?? apa jangan-jangan kalian sudah diberi dana tahun baru ya?? Atau jangan-jangan kalian memang bekerja untuk mereka??
Seandainya mereka bisa ditangkap hidup-hidup, kita akan mengetahui apa alasan mereka melakukan hal itu, dan mungkin bisa membongkar jaringan yang lebih besar.