Kamis, 05 Desember 2013

Sepeda Motor Berdarah

Rabu, 4 Desember 2013. Alhamdulillah abang saya kesampaian juga mau beli sepeda motor baru yang uangnya adalah hasil jerih payahnya sendiri, tidak ada campur tangan orang lain dalam uang tersebut. Siang rabu saya dan abang saya pergi ke salah satu dealer motor yang bermoto satu hati. Tidak terjadi tawar menawar apapun disana. Karena harga memang sudah pas dan sebelumnya kami juga sudah liat brosur sepeda motor tersebut. Langsung nanya sama SPG yang ada disana nanya dimana motor matic yang warna ijo. Dan setelah sesuai dengan kehendak dan selera maka si mbak SPGnya minta KTP abang saya untuk proses lebih lanjut. Dan mbaknya bilang engga bisa. Engga bisa KTP luar daerah Kerinci maksudnya. Karena di KTP tertulis alamat abang saya di luar kerinci maka tidak perlu berpikir lagi KTP sayalah yang dijadikan syarat. KTP bernama Wara Lofitra yang harus bertanggung jawab untuk motor yang baru dibeli. Awalnya sih saya takut terjadi apa-apa dengan iden
titas saya di kemudian hari. Tapi, setelah abang saya bilang cuma buat syarat doang dan tidak akan terjadi apa-apa akhirnya saya mau. Dan ditanyalah saya mengenai pribadi saya alamat, penghasilan,pacar, pekerjaan dan sebagainya. Tidak perlu berlama-lama, satu unit motor matic berhasil dibawa kabur dari dealer tersebut.

Setibanya motor dirumah. Disinilah tragedi berdarah alias yang paling tidak saya suka. Saya juga tidak menyangka kenapa bisa terjadi seperti ini. Seperti halnya orang kebanyakan dikampung saya, setiap benda berharga yang baru dibeli akan di beri sebuah pengharapan agar orang yang memakai benda tersebut selamat dari bahaya apapun yang mengancam. Cara manusia bersyukur atas nikmat tuhan itu bermacam-macam. Ada yang sesuai tuntunan agama dan ada yang menyimpang dari ajaran agama. Sampai disini ada yang paham dengan maksud postingan ini?


Karena adanya ritual penetasan darah hewan di atas motor yang baru saja dibeli, saya merasa aneh dan tidak menduga sebelumnya bahwa keluarga saya masih juga berkeyakinan akan adanya keselamatan dari darah hewan tersebut. Katanya supaya tidak terjadi apa-apa dengan motor baru itu. Saya sebagai anak muda yang masih berpikir jernih lalu bertanya untuk apa ada darah tersebut. Lalu ayah saya menjawab darah itu hanya sebagai syarat agar diberi perlindungan dalam perjalanan selama mengendarai motor itu. Beberapa kali keluar nada protes dari mulut saya agar tidak jadi ritual itu, tapi hanya dianggap seperti celotehan anak kecil yang tidak berguna. Akhirnya darah hewan itu diteteskan pada ban depan dan ban belakang motor. Ah sudahlah! Cukup sampai disini ritual ini dilakukan dan saya tidak akan mencontoh adegan berbahaya ini. Yang penting saya tidak percaya dengan hal yang begituan dan tidak akan percaya. Bukan berarti tidak percaya dengan hal ghaib, saya hanya aneh melihat ritual itu dan ini sungguh tidak masuk akal bagi saya pribadi. Tapi sepertinya ini bukan hanya terjadi di keluarga saya saja. Saya yakin ini banyak terjadi di seluruh Nusantara. Untuk anak muda yang berpikiran seperti saya, tetaplah protes dan jangan mudah terpengaruh suasana sekalipun itu orang terdekat. udah itu aja inti dari postingan ini. Sekian! salam jomblo!