Wednesday, December 18, 2013

Selama Saya Ngaskus

Selain akun twitter dan akun google, saya juga punya akun di sebuah forum terbesar Indonesia. Kaskus. Awalnya saya tidak mengerti sama sekali dengan forum itu dan bahasanya pun terlalu aneh buat saya ketika baru kenal. Namun setelah sekian lama saya mencoba aktif diforum itu, saya merasa kaskus sudah menjadi laman wajib jika saya bersentuhan dengan koneksi internet. Banyak info-info menarik yang tidak saya dapatkan di situs lain. Banyak thread-thread bermanfaat yang mengubah pandangan saya terhadap suatu masalah. Penggunanya yang menamakan mereka dengan sebutan kaskuser juga orang-orang yang berpendidikan dan bernalar tinggi terhadap suatu masalah. Namun saya sempat menjadi pembaca yang diam atau yang biasa disebut di forum itu adalah silent-reader. Cukup lama hingga akhirnya saya bertekad untuk memberikan post disetiap thread yang memberikan saya gelar aktivis kaskus saat postingan ini dibuat.

Awalnya saya benar-benar bingung dan merasa aneh dengan bahasa yang dipakai di forum kaskus. Banyak kosakata baru yang saya dapatkan seperti Agan, Sista, Pertamax, HT, Pageone, Afgan, Bata, Cendol, dan lain sebagainya. Saya juga sempat memakai bahasa kaskus dalam beberapa postingan blog ini. Mungkin karena keseringan ngaskus. Lama-lama saya jadi terbiasa dengan bahasa forum dan saya pun mulai mengerti dengan istilah reputasi. Jika seorang kaskuser itu mempunyai reputasi buruk, biasanya ditandai dengan banyaknya lemparan bata dari kaskuser lain. Sebaliknya jika reputasi seorang kaskuser itu baik, biasanya ditandai dengan yang ijo-ijo atau banyaknya cendol dari agan lain. Kemudian saya tertantang ingin memiliki reputasi baik tentunya. Dengan membat beberapa thread yang saya rasa perlu dibahas. Namun thread saya yang pertama mendapat sambutan dingin dari penghuni kaskus. Tapi saya tidak berhenti membuat thread lain, dan salah satu thread saya yang paling banyak mendapat perhatian adalah mengenai Hijab Punuk Unta, sekitar 41 ribu pengunjung yang melihat thread saya.

Dengan thread tersebut saya berhasil mengumpulkan 27 cendol dalam dua hari. Lumayan! Karena saat itu saya baru bergelar kaskuser. Dan reputasi saya yang terakhir saat postingan ini dibuat adalah sedang dijalan yang benar. Tapi sayang! Thread saya belum pernah satu pun yang menjadi Hot Thread.

Kaskus sudah menjadi sesuatu yang mengubah pemikiran saya terhadap suatu masalah, karena hampir semua thread dikaskus membahas tentang kehidupan sehari-hari kita. Dan salah satu yang bikin saya betah ngaskus adalah emotionnya yang unik dan beragam. Saking tertariknya dengan emot kaskus, saya menggunakan emot kaskus itu di twitter dan google+. Yah! Walaupun tidak menjadi sebuah emotion bergambar, tidak sedikit yang mengerti jika saya memakai emot kaskus. Terlepas dari emotion yang unik, saya merasa bagikan orang yang paling cerdas (bukan berarti sombong ini lho gan!) bila masuk dalam sebuah thread. Walaupun saya jarang pertamax dan pejwan, saya merasa pendapat sayalah yang benar (bukan berarti egois ini lho gan!). dan saya yakin semua kaskuser pernah merasakan yang seperti saya rasakan. Alasannya saya bilang begitu karena semua kaskuser bila sudah masuk ke sebuah thread, ia akan mendadak bijak dalam artian jika thread yang dilihat adalah thread yang serius. Tak jarang ada yang menangis jika melihat thread yang membahas tentang ketidakadilan dan perjuangan. Bisa saja anda bilang saya bohong dalam hal ini. Mana mungkin ada yang sampe nangis karena lihat thread doang?. Kalau tidak percaya. Cobalah ngaskus!