Minggu, 03 November 2013

Saya Bukan Anak Alay

Kemaren ada yang nanya sama saya, kenapa saya sering banget muncul di Timeline twitter. Dan ada yang protes sama tweet-tweet yang selalu menyindir jomblo dan anak alay. Ada juga yang bilang bahwa yang alay itu saya. Alasannya ya saya sering banget ngetweet.

Sebagaimana definisi alay menurut saya adalah orang yang suka aktif di jejaring sosial dan bergaya tidak normal. Tidak normal diantaranya adalah mengunggah gambar yang manyun-manyun, kemudian menulis sesuatu yang hanya sebagian orang yang paham misalnya.

Dengan munculnya postingan ini, saya akan menjawab dan mengklarifikasi bahwa saya bukan anak alay. Ini dibuktikan dengan jarangnya saya mengunggah gambar yang manyun-manyun ga jelas. Dan yang terpenting adalah semua tweet saya bisa dibaca orang. Tidak ada diantara tweet saya yang memakai angka lalu huruf lalu angka lalu huruf dan seterusnya. 

Yah! Namanya juga zaman sudah maju. Nah dizaman yang sudah maju ini, cara orang untuk mengeluarkan pendapat secara bebas adalah dengan menulis di jejaring sosial atau di blog. Seperti akun twitter saya dan blog ini. coba bayangkan jika tidak ada jejaring sosial atau blog? Orang akan menulis status di batu yang biasa disebut prasasti. Ini membuktikan bahwa manusia adalah makhluk yang suka curhat, baik itu di zaman batu sampai zaman sekarang. Tapi yang terpenting adalah cara orang zaman sekarang lebih praktis daripada orang zaman dulu yang mencari batu lalu menuliskan kata-kata romantis mereka. 

Jadi sekali lagi, saya bukanlah anak alay. Saya cuma mengeluarkan pendapat dengan cara yang lebih modern, lebih praktis dan tentunya lebih hemat jika dibandingkan dengan menulis di batu. Kemudian muncul pertanyaan pada diri anda: apakah Wara Lofitra pernah alay?. Saya jawab: Walaupun sekarang saya bukan anak alay, tapi saya akui dulu saya pernah alay dizaman-zaman SLTP, awal pertama saya mengenal dunia internet dengan membuat sebuah akun di facebook. Kemudian ketika masuk SLTA saya masih punya akun facebook. dan akhirnya saya mulai bosan dengan facebook, disana sudah bermunculan makhluk-makhluk aneh yang bisa kita ketahui melalui nama akun facebooknya. Semua berakhir dengan me-nonaktifkan akun facebook saya. Kemudian pada bulan Juli 2011 saya membuat akun twitter dan mulai aktif ngetweet.

Tapi sekarang saya sudah mulai jarang ngetweet, karena juga lagi banyak kerjaan *sok sibuk*. Cuma ada beberapa tweet yang tweetnya juga berasal dari tweet orang lain. Saya cuma mencet tombol retweet doang. Sesekali ngetweet tentang politik yang sedang hangat-hangatnya. Melihat perkembangan dunia melalui trending topic di twitter. Dan ngeblog. Terakhir dari postingan ini adalah sebuah saran untuk yang masih merasa alay, mulailah melakukan hal yang dapat dimengerti orang sekitarmu!