Saturday, October 26, 2013

Jomblo itu Ibarat Matahari

Sebelumnya saya minta maaf kepada para Jomblo seandainya ada yang tersinggung dengan judul postingan ini, bukan apa-apa ko’ . Saya cuma mau berbagi sekaligus memberi motivasi untuk para jomblo yang (mungkin) setiap hari disibukkan dengan hal-hal tidak penting. seperti mikirin pacar orang, mikirin tetangga yang cantik (kalo yang jelek ngapain dipikirin), mikirin status hubungan di facebook yang kadang single dan kadang jomblo. Dan masih banyak lagi hal lain yang mengganggu pikiran para jomblo.

Pertama, marilah kita berpikir sejenak. Apa sih sebenernya yang membuat kamu jomblo?
Apakah kurang TAMFAN, ataukah kurang FULUS? Pikir sendiri deh ya.. soalnya saya juga masih mikir sampe sekarang. Hahaha…

Tapi sebenernya yang membuat kamu jomblo itu adalah Jodoh yang belum dipertemukan dengan kamu. Iya. Jodoh yang belum dipertemukan, yang entah sama siapa dia sekarang. Tapi percayalah suatu saat Tuhan akan mempertemukan kamu dengan jodoh yang masih terjaga keasliannya. Dan hanya jika kamu adalah jomblo yang berkah, cerdas, ramah lingkungan, irit, dan gesit. Jika kamu ingin menjadi #JombloBerkah kamu hanya butuh tindakan nyata yang membuat orang sekitar kamu merasa ‘nyaman’ dengan adanya kamu disekitar mereka. Misalnya kalau di sekolah/kampus, kamu akan menjadi #JombloBerkah bila kamu rajin belajar dan aktif dalam diskusi, dengan cara begitu jodoh akan berdatangan ketika melihat kamu yang gesit dalam berbicara dan mengatasi masalah. Kalau di dalam Masyarakat, kamu akan menjadi #JombloBerkah bila kamu pandai bersosialisasi dan berteman dengan semua orang, dengan cara begitu jodoh akan berdatangan lewat teman yang isengiseng memperkenalkan kamu dengan makhluk halus (kata lain untuk perempuan). 

Jika kamu bertindak sebaliknya, maka bukan sebuah Mustahilisasi untuk kamu sulit keluar dari status jomblo. Jomblo itu bukan halangan untuk bertindak kreatif ko’. Sudah banyak para pendahulu kamu yang jomblo tapi sudah bertindak melebihi orang pacaran. Sebagian besar orang yang pintar itu lebih-lebih adalah jomblo semua, karna ia punya banyak waktu untuk belajar dibandingkan orang pacaran. Yang hanya menghabiskan waktu untuk apel sana-sini, boncengan naik motor bedua. Keliling pasar sore-sore, trus pulangnya ujan dan ga bawa jas ujan. Akhirnya ya basah, pas sampe rumah, idung mampet, kepala pusing, ada tugas yang belom dikerjain. Numpuk. Dan lebih milih engga bikin tugas. Tugasnya engga dikumpulin, engga ada nilai, IPK jeblok, terlambat wisuda, stress, bunuh diri. #pfftt

Bagaimana dengan jomblo? Kepasar pas ngantar emak doang buat beli makanan, pas pulang langsung bantuin emak masak, cuci piring, nyuci. (Ya kapan lagi kita berbakti untuk orangtua kalau tidak sekarang). Abis makan bersama sekeluarga. Langsung masuk kamar buat ngerjain tugas kalo ada, nulis-nulis di internet, bikin desain rumah masa depan dengan Microsoft Paint, ada yang lirik tulisan kamu bagus. Trus masuk majalah. Terkenal. Dapat uang. Bisa bahagiain emak. Dan masih banyak lagi kemungkinan yang positif lainnya.

Jomblo adalah status sementara paling nyaman. Intinya Jomblo itu ibarat matahari, walaupun sendiri tapi tetap bisa bersinar.