Senin, 02 September 2013

Miss World Datang = Pelecehan Perempuan

Agan pasti sudah tau tentang acara Miss World yang akan digelar di Indonesia dalam waktu dekat ini kan? . Acara ini mengingatkan ane sama kedatangan Lady Gaga beberapa waktu yang lalu. Ditolak dan dicekal. Beberapa orang-orang di Indonesia ada yang setuju dan beberapa juga yang tidak setuju. Bagi orang yang setuju, kebanyakan alasannya adalah Miss World ini sebagai pemikat pariwisata nusantara yang kita ketahui telah menurun seiring dengan kondisi Indonesia yang semakin memburuk tentang kabar terorisnya yang banyak. Sebagai blogger yang baik, ane juga ingin ambil bagian dalam ajang ini. tapi bukan ambil untung… ane Cuma ingin mengeluarkan pendapat serta beberapa pandangan ane tentang ajang kecantikan ini. baca sampe abis ya…!!

Ladang Bisnis Fashion

Yah! Namanya juga kontes kecantikan gan, kalo engga kepentingan bisnis apalagi coba? Dan yang membuat ane prihatin objeknya itu adalah perempuan. Jadi, menurut ane para perempuan disini hanya sebagai alat untuk mempromosikan produk-produk kosmetik dan salon-salon terkenal saja. Bukan dilihat dari segi cerdasnya si perempuan itu sendiri. Yaaaa..  walaupun ada itu Cuma segelintir…

Berkedok Kontes Kecerdasan
Kalo abis menang kontes emang bisa jadi apa coba? Apakah bisa mengubah perilaku buruk masyarakat? Palingan juga jadi Duta ini Duta itu... dan setelah beberapa tahun mungkin jadi (maaf) bintang porno. Coba deh cek di google, ada engga mantan Miss World yang jadi bintang porno?  Setelah itu Agan bilang “ emang bener kata wara lofitra di blognya”. *kan engga semuanya endingnya kaya gitu?*. iya, tapi apa engga ada kontes/solusi lain atau apa gitu? untuk bisa menjaring perempuan yang lebih cerdas?.

Tidak Menjamin Pariwisata Indonesia Akan Maju
Percaya deh sama ane gan, apakah dengan adanya Miss World ini akan memajukan pariwisata Indonesia? Kalo begitu, seandainya Miss World tidak pernah ada berarti Pariwisata Indonesia juga ngga akan pernah maju dong?  Pikir Lagi.  Banyak yang bilang kalo Miss World jadi diadakan maka siaran langsung akan disiarkan ke beberapa negara. dengan cara begini memang banyak yang nonton dan banyak yang tau sih,,, tapi apakah banyak juga yang tertarik dan ingin berkunjung? disamping infrastruktur yang kurang memadai? Pikir Lagi.

“Kalo Engga Suka Jangan Nonton”
Helloooowww!! Ababil banget sih buat yang bilang gitu. Emangnya Agan siapa ?? . Begini nih kalo paradigma orang indo yang sudah kebarat-barat-an. Ingat! Orang barat itu kebanyakan liberal gan. Sedangkan Indonesia punya aturan-aturan yang masih menjunjung nilai kebersamaan serta norma-norma yang mengatur hidup masyarakatnya.  Kalo Agan cerdas, Agan engga bakalan ngomong kaya gitu. Agan pasti ngarti. Boleh sih budaya luar masuk Indonesia, tapi sekali lagi ingat!, apakah sudah sesuai dengan budaya kita?? Hilangnya prosedur memakai bikini tidak akan membuat citra Miss World itu baik dimata orang-orang. Ane yakin dengan hilangnya prosedur ini membuat para promotor berpikir “engga apa-apa ko hilang satu prosedur saja. Yang penting acaranya tetap berlangsung dan kita tetap bisa untung”

Pelecehan Perempuan

Walaupun tidak secara langsung dilecehkan,  ajang Miss World ini secara halus telah melecehkan perempuan. Omong kosong jika alasannya hanya melihat sisi kecerdasan  perempuan saja. Lalu untuk apa para pengusaha-pengusaha kosmetik rela mensponsori serta memberi dukungan yang tidak tanggung-tanggung jumlahnya. Ane yakin Agan-agan dan sista-sista cerdas melihat ajang ini. dibalik topeng Anonymousnya tersimpan beribu trik jahat yang ingin mengahancurkan perempuan.


okeh! ane rasa cukup itu aja deh ya...
selebihnya tergantung agan yang melihat bagaimana kedatangan kontes ini di Indonesia. o ya.. terima kasih sudah mau membaca sampe selesai :D