Wednesday, September 11, 2013

Cerita Lucu Dibalik Pemilukada Kerinci

Di usia ane saat ini.. 18 my age ya,, ane tetap masih merindukan apresiasi,, karna basically ane seneng politik ya.. yah walaupun kontroversi hati ane lebih menunjukkan ke konspirasi kemakmuran… kita belajar harmonisisasi dari hal terkecil sampe yang besar tapi kita tetap tidak boleh ego terhadap satu kepentingan dengan mengkudeta apa yang bukan menjadi keinginan kita yah… dengan adanya artikel ini bukan mempertakut dan mempersuram statusisasi kemakmuran keadaan masyarakat kerinci., tapi bisa menjadi confidence dan kita harus bisa mensiasati labil ekonomi itu tetap lebih baik, dan ane sangat bangga.
Begitu kata agan Vicky Prasetyo Gothik kalo dia melihat pemilukada kerinci yang HHINNNA! KHOTTOR! DAN MHENJHIJIKKHAN! Yang diadakan tanggal 8 september kemarin. Bisa dibilang ini pemilukada yang paling KHOTTOR sedunia. Karna tim sukses masing-masing kandidat menggunakan politik yang tidak sehat, politik uang. Disini ane tidak bisa menyalahkan satu belah pihak saja. Karna seluruh masyarakat kerinci terlibat didalam pemilukada ini. baik tim sukses maupun masyarakat. Keduanya saling memperburuk keadaan. Tim sukses kandidat yang memberikan uang untuk masyarakat. Dan masyarakat juga mau (saja) menerimanya. Coba deh agan bayangkang. Kalo semua tim sukses masing-masing kandidat bersikap sportif dan mentaati peraturan KPU ditambah dengan masyarakat yang pintar dan tidak menerima uang dari pihak manapun yang mengharap dukungan. Ane yakin kerinci maju bukan mustahilisasi.



Ini ko tidak sesuai judul?? Mana cerita lucunya??

sebelumnya kalo engga lucu ane minta maap ya :D
Okeh! Disini >>> Hari ini ane bolos ospek di hari ketiga dari kampus ane. Setelah berpikir keras hendak kemana tujuan yang paling nyaman untuk dituju. ane memilih untuk kepasar mencari sarapanisasi sekalian mengkudeta perut yang sudah melancarkan serangan konspirasi kelaparan dipagi ini. tidak jauh jaraknya antara kampus dan pasar. Ane bersama seorang teman ane nyampe di pasar dan berhenti pada seorang penjual sejenis warteg yang menggodanisasi iman kami. Setelah memesanisasi sepiring lontong kami berdua pun makan bagaikan orang yang labil ekonomi. Ditengah makan sepiring lontong ditambah beberapa gorengan, datanglah beberapa orang yang bertujuan sama hendak sarapanisasi di warteg itu. Tiba-tiba muncul pembahasan mengenai pemilukada kerinci yang baru saja diadakan. Konon katanya banyak kecurangan disana-sini. Dan seseorang memulai sebuah dialog yang sebenarnya mengkudetakan perasaan sekaligus membuat kontroversi hati ane sebagai masyarakat kerinci ini berdiam diri mendengarkan per-dialog-kan antara penjual dan pembeli.
Pembeli : Warga Kota Sungai Penuh
Penjual : (Juga) Warga Kota Sungai Penuh
(mayoritas warga kota sungai penuh berbahasa minang)
Pembeli : a carito pemilihan bupati kerinci ?
Penjual : hahaha… itu lah nyo.,, gaya lamo lah,,,
Pembeli : kandidat tu banyak pitih, jadi inyo bapikia indak ba a bamodal gadang partamo. Sudah tu baru inyo panen setelah inyo jadi bupati.
Penjual : iyo. Sistim lamo tapakai tu. si *beeeeppp* itu kabanyo SMP se indak lulus. Hahahaha…
Pembeli : lai lulus…
Penjual : zaman dulu ma ado kuliah sampai S1…!!! Lulus SMP se bisa inyo ambiak jabatan.
Pembeli : hahahaha.. yang versi quickcount tu sia yang manang??
Penjual : antah lah den indak tau… tapi kabanyo si *beeeepp*. Inyo nan banyak pitih.
Pembeli : jadi pemilukada nyo di ulang??
Penjual : antahlah den kurang juo informasi.. tapi kabanyo pemilukada diulang. Nan parah itu tim sukses *beeeppp* dengan tim sukses *beeeep* lah paneh kaduo. Inyo indak takut balago sasamo inyo se..
Pembeli : hahahaha….  Yolah.. ambiak Lontong ciek da.. hahahah…..

Sebagai warga kerinci. Ane amatlah sangat malu dengan dialog itu. Tapi ane juga ketawa pas dengarnya.
Udah! kayanya Itu aja yang ane denger dari kedua warga kota sungai penuh yang kocak dan kritis..

*Daerah hasil pemekaran dari kabupaten kerinci