Jumat, 02 Agustus 2013

Maju Tak Gentar Membela Yang Bayar

‘Bercita-cita lah setinggi langit’. Mungkin kalimat ini sudah terlalu mainstream ditelinga banyak orang, tapi kita memang dituntut punya cita-cita untuk masa depan kita kelak, agar tidak bingung ketika memilih jurusan pas kuliah ( ini ane :D ! ) . Ketika masih duduk di bangku Sekolah Dasar, ane sempat bercita-cita menjadi seorang pemimpin Negara tercinta kita ini, dan ketika itu pikiran ane mengatakan bahwa menjadi presiden (bercita-cita) itu semudah membalikkan telapak tangan saja. Apalagi akhri-akhir ini, Seorang Presiden bisa lebih dekat dengan rakyatnya tanpa bertatap muka langsung, cukup hanya melalui twitter, facebook, youtube, dan Google Hangout. Apa yang dilakukan Presiden kita akhir-akhir ini sempat membuat ane mikir ‘ini mudah’, ‘siapa sih yang ngga bisa?’.

Sekitar akhir bulan Mei lalu, dengan nilai rata-rata delapan koma sekian, Alhamdulillah yang namanya Wara Lofitra dinyatakan Tidak lulus/Lulus Madrasasah Aliyah . Nah! Disinilah yang namanya kebingungan melanda anak yang baru tamat. Antara bingung mau kuliah atau nganggur, antara nikah atau kerja dulu, antara kuliah keluar daerah atau di dalam daerah, antara kuliah dalam negeri atau di luar negeri (swasta maksudnya).
Beberapa teman ane yang engga bingung dan  seangkatan sama ane ada yang  Tes jadi Tentara, Polisi, PNS dan sebagainya, walaupun ada yang masuk kuliah tapi ‘beli bangku’. Nah! Disini gan, ane mulai mikir kalo dunia itu ‘Kejam’, apalagi buat rakyat Indonesia yang masih sebagian besar berekonomi rendah.  Kebetulan pas buka puasa bareng sama alumni-alumni Madrasasah ane kemaren, ane ketemu tuh sama teman-teman yang udah pada ngikutin alur Tes buat jadi Tentara, Polisi, dan Pegawai Negeri Sipil. Pas abis buka puasa dan sholat maghrib bareng, ane sebagai mantan ketua kelas waktu masa-masa sekolah membuka pembicaraan dengan bertanya ke teman ane yang udah ngerasain ‘kejam’-nya dunia militer dan ‘kejam’-nya dunia Per-‘Jatah’-an orang dalam. Pertanyaan ane simple sih! Cuma  bilang gimana prosesnya dan gimana sistem perekrutannya. Dan yang bikin ane geleng-geleng kepala adalah ketika salah satu temen ane ngomong jujur tentang cara masuk kedalam instansi tersebut. Jawabannya sederhana. Uang alias Rupiah lah yang bisa meluluskan mereka, tapi kalo agan punya orang dalam yang bisa menjamin biar agan bisa lulus, uang agan yang senilai ratusan juta dijamin selamat. Itu jika ada orang dalam, ingat! Jika ada orang dalam.


Oke. Sekarang kalo kita tidak memakai jasa orang dalam alias murni, Jangan harap agan bisa lulus deh, karna orang dalam yang tidak punya kerabat akan menjual “jatah”-nya ke orang lain dengan harga yang tidak murah.
Bayangkang !! jika sistem perekrutan terus menerus seperti ini anak cucu kita yang akan datang mau bayar pake apa kalo tingkat kesejahteraan orang Indonesia masih jauh dibawah standar. Jangan heran jika kelak orang Indonesia banyak yang pengangguran dan banyak yang merantau ke negeri orang demi tetap bisa menyambung hidup.
Pernah sih ane ngeluarin air mata karna mikirin sistem perekrutan yang sudah sangat bermasalah kayak gini :berdukas . Andai yang jadi presiden itu ane, ane bakal merubah beberapa hal berikut ini :

1.Sistem Perekrutan Anggota
Ini nih yang pertama kali yang akan ane ubah jika ane jadi presiden terpilih nantinya, agar tidak ada masyarakat yang dirugikan, maka ane akan menerapkan sistem Yang Berprestasi itu yang dapat kedudukan, bukan siapa yang bayar itu yang dapat kedudukan. Jika ada oknum yang masih mengambil pungutan liar dan sebagainya, maka yang akan ane  lakuin adalah memecat oknum tersebut dan menggantikan dengan yang lebih bermoral. Yang latar pendidikannya lebih berakhlak. Karna berdasarkan pengalaman ane diatas, jika tidak diubah sistem yang biasa disebut MAJU TAK GENTAR MEMBELA YANG BAYAR ini tidak lama akan membudaya pada masyarakat kita. Jangan heran jika banyak oknum yang mendadak kaya, itu karna mereka mengambil kembali uang mereka yang telah dibayar untuk menyuap orang dalam.


2.Pondok Pesantren Koruptor
Nah! Kalo yang ini ane bakal bikin yang namanya koruptor nangis (menyesali perbuatannya)  sejadi-jadinya di dalam Ponpes. Jika sebagian orang setuju koruptor itu dihukum mati maka ane akan lebih setuju jika para tikus rakyat ini di masukkan ke Pondok Pesantren yang khusus mengajarkan orang tentang Moral, Agama, Akhlak terpuji, dan sebagainya. Agar para koruptor itu sadar apa yang telah mereka perbuat, dan tidak melakukan korupsi lagi. Tentu hal ini harus didukung dengan fasilitas PonPes yang akan ane buat sesederhana mungkin. Tidak ada pake fasilitas mewah. Apalagi pake Air-Conditioner.


3.Tidak Ada Lagi Ujian Nasioanal
Di sektor pendidikan, ane bakal menghilangkan yang namanya Ujian Nasional. Jika kita masih memakai sistem ini, maka jangan heran jika yang akan terjadi di daerah-daerah adalah kecurangan-kecurangan yang dilakukan oleh oknum guru itu sendiri. Sistem amburadul seperti ini kalo menurut ane sih sudah membudaya. Mereka beralasan

“ kalo ngga gini, kita ngga akan lulus nak ! “

Begitulah kata seorang guru kepada muridnya. Apa ini yang dinamakan Ujian Nasional Murni?. Apakah begini pesan terkahir seorang guru kepada muridnya yang akan meraih cita-cita ? ini semata-mata adalah kesalahan sebuah sistem.


4.Menyelamatkan Ibu Rumah Tangga
Ini yang paling penting. Semua orang tau kalo yang namanya ibu-ibu suka belanja, dan yang bikin ibu-ibu rumah tangga galau akhir-akhir ini adalah hampir semua harga sembako satu persatu naik, mulai dari harga daging, bawang, bahkan jengkol pun tak mau kalah. Di bidang ini ane akan membuat harga-harga dipasaran tetap di pusaran normal dan terjangkau bagi ibu-ibu rumah tangga. apalagi bulan puasa gini, daya beli kebutuhan pokok makin bertambah. Pertama, ane bakal bikin petani Indonesia menjadi petani yang menghasilkan produk unggulan, tentunya dengan harga pupuk yang murah dan terjangkau oleh petani kita. Karna sepengatahuan ane negara kita ini adalah negara yang kaya.

5.Semua Boleh Sakit
Eits! Tunggu dulu, bukan nyaranin biar orang-orang pada sakit. maksudnya, ane bakal bikin yang namanya Rumah Sakit Pemerintah bebas biaya bagi orang miskin, jika seandainya ada oknum-oknum RS yang tidak mau berpartisipasi di program ini, maka ane sebagai presiden akan bertindak tegas pada RS yang masih menolak warga miskin. Dan jika ada yang ngaku-ngaku miskin pas lagi sakit doang, entah itu peagawai negeri, pejabat pemerintah, yang gemar memakai fasilitas buat orang miskin, ane bakal benar-benar me-miskin-kan oknum tersebut.


6.Narkoba dilarang Masuk Indonesia
Di sektor ini ane akan bertindak tegas dengan cara memberikan reward pada oknum yang berhasil menangkap orang-orang yang membawa barang haram tersebut ke Indonesia. Karna gara-gara narkoba ini, generasi penerus bangsa yang seharusnya belajar dan megawasi pemerintah menjadi tidak mau tau tentang Negaranya sendiri.


7.Indonesia nge-Blog
Karna ngeblog adalah salah satu hobi ane, maka ane akan memasukkan kegiatan ini kedalam program ane bila jadi presiden. Karna dengan ngeblog anak-anak Indonesia jadi lebih kreatif dan minimal tau gimana caranya mengedit kode HTML. Ditambah lagi dengan banyaknya lomba blog yang diadakan di dunia maya, maka program ane ini menjadi media promosi dan media pembelajaran bagi banyak orang.

8.Pekan Olahraga Tradisional
Program yang ke delapan ini ane buat supaya selain ngeblog, anak-anak Indonesia juga tidak meninggalkan permainan tradional yang sekarang hampir sudah  jarang dimainkan. Supaya anak-anak tidak terlalu kaku duduk di depan komputer setiap hari.

Delapan poin diatas adalah gambaran program-program jika ane menjadi presiden terpilih nantinya. Semua calon presiden pasti punya program yang lebih baik dari yang punya ane, tapi kebanyakan yang udah jadi presiden atau pejabat pemerintah kadang lupa jika mereka pernah punya cita-cita membuat ibu pertiwi ini tersenyum bangga.  Semoga artikel ini mengingatkan kepada para Capres atau pejabat pemerintah lainnya agar tetap pada cita-cita awal yaitu, Membuat ibu pertiwi tersenyum bangga dan tentunya bebas dari pungutan liar. Maju Tak Gentar Membela yang Benar!

Backlink
http://bloggersinjai.or.id/