Jumat, 26 Oktober 2012

Apakah Berbohong itu Penyakit ?

Aku mempunyai teman laki-laki. Ibunya meninggal sejak dia kecil. Hingga dewasa di suka berbohong, tanpa malu dan memandang umur dia membohongi siapapun. Hingga akhirnya muncul pertanyaan di benakku, mengapa orang tidak malu berbohong walaupun ia mengetahui bahwa ia berbohong ?. Mungkin pada awalnya mereka juga malu, namun karna melihat hasil dari kebohongan itu tidak begitu berbahaya, ya mereka terus melakukan. Tapi kalau ditanya apakah bohong itu penyakit?? Jawabannya : Entahlah, sejak kecil aku mendengar kata bohong namun tak pernah mengerti kata tersebut. Jika bohong adalah ketidaksesuaian dengan fakta, itu berarti pada dasarnya seluruh manusia mempunyai kemampuan untuk berbohong.


Sebenarnya berbohong juga memiliki ragam, jika seseorang sedang mengantuk tapi dia tetap terjaga maka itu dapat dikatakan sebagai sebuah kebohongan, Bila seseorang yang bekerja tubuhnya sudah lelah tapi tetap bekerja, itu pun dapat dikatakan bohong, jadi dimana makna ‘bukan berbohong’ sebenarnya ? sekali lagi Entahlah!
Berbohong bukan hanya sering dilakukan orang awam seperti kita, namun Nabi Muhammad SAW ternyata juga pernah berbohong. Ketika seorang pemuda berlari dikejar oleh banyak orang, dan pemuda itu menabrak Nabi, Nabi pun bertanya: ‘wahai anak muda, kenapa kamu lari?, Namun pemuda itu tidak menjawab dan langsung lari. Sesaat setelah anak muda itu lari, Nabi ditanya segerombolan orang, ‘wahai tuan , adakah engkau melihat anak muda yang berlari disekitar sini?, setelah pertanyaan itu dilontarkan, Nabi Muhammad SAW Beranjak sedikit dari tempat beliau berdiri sebelumnya dan menjawab ‘selama saya berdiri disini, saya tidak melihat pemuda yang berlari satu pun..’
Dari kejadian diatas barulah aku menyadari bahwa kebohongan itu adalah sebuah ANUGRAH bukan penyakit, hanya saja tergantung seberapa mampu kita ‘menerapkan’ kebohongan agar tidak merugikan makhluk lain di bumi ini, serta mampu menerapkan kebohongan untuk hal yang baik dan bermanfaat, Berbohong demi menolong orang seperti yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW.
Namun sayangnya, saat ini belum ada satu pun alat yang bisa menyembuhkan orang-orang yang suka berbohong dengan tujuan yang jelek dan merugikan orang lain. Orang-orang yang suka berbohong kemungkinan besar tidak bisa disembuhkan, tapi mereka bisa sembuh, yaitu jika Tuhan telah menunjukkan mu’jizatnya, namun sayangnya Tuhan tidak punya sifat memaksa hambanya. Semoga Orang-orang yang masih berbohong hingga hari ini cepat sadar dan tidak lagi berbohong demi ke-egois-an dirinya. Amin!