Sabtu, 07 Januari 2012

Cinta Sejati



Sebut saja namanya Bryan,dia selalu sibuk dengan pekerjaan yang ia sukai fotografer dan yang tidak aku sukai,ia sesekali balapan liar dengan teman-temannya.Akupertama kali mengenalnya saat aku sedang jalan-jalan di taman kota.Ketika itu aku seperti orang bodoh yang tidak tahu aturan,aku tidak sengaja lewat didepan kamera Bryan.Ia sedang membidik seorang model cantik yang tengah bergaya,ketika itu aku lewat dan aku terkejut dengan suara yang terdengar agak keras dari sampingku.
"stoooo...pp..!!". Aku pun tak sengaja menoleh ke arah sumber suara itu dan berhenti sejenak,ternyata saat aku menoleh kearah sumber suara itu,gambar diriku terbidik oleh kamera Bryan.
"Aduuu...hh.
. kenapa kamu lewat disini,kamu ngga' liat apa,bos saya lagi memotret wanita itu.." kata seorang asisten Bryan, sambil menunjuk ke arah model yang sedang berdiri di sebrang jalan.
"maaf pak, saya ngga' sengaja.." jawabku pendek. "sudah-sudah pergi sana". Ia mengusirku dengan suara yang lantang.Dan tanpa pikir panjang,aku pun pergi meninggalkan tempat itu.sambil menahan rasa malu pada fotografer yang telah mengambil gambar diriku.
Dua hari kemudian,aku didatangi oleh seseorang yang mengaku mencariku. "yang ada di foto ini, kamu kan..??". ditunjuknya gambar yang mirip denganku,aku mengambil gambar itu dan setelah ku perhatikan yang ada di gambar itu memang diriku. tanpa ragu-ragu akupun menjawab "gambar ini memeng mirip denganku, ngomong-ngomong dari mana bapak memperolehnya..??". jawabku penasaran.
“O kalau gambar ini bukan saya yang memotret ,tapi bos saya namanya pak Bryan,dan saya disuruh untuk menemui orang yang ada di gambar ini”. Kemudian bapak itu memberi kartu nama bosnya sambil berkata “ini kartu nama bos saya, dan kamu disuruh untuk menemuinya besok”. 
Esoknya, aku pergi ke kantornya Bryan, dan menemuinya disebuah ruangan.Lalu Bryan bercerita tentang gambarku , bercerita tentang kejadian tiga hari lalu.Aku mencoba mendengar semua ceritanya hingga akhirnya aku teringat kembali kejadian itu.
Dari caranya bercerita, kutangkap kesan bahwa Bryan menyukai gambarku yang ia potret waktu aku sedang jalan-jalan di taman kota. “hmm.. apa yang harus ku lakukan..?”.cetusku penasaran. “Bagaimana kalau kamujadi model di pemotretan saya.?”. “hmm.. gimana yaa..?” aku tak berani menjawab. “kamu akan terkenal dan menjadi sampul di majalah-majalah terkenal pula..” katanya sambil menyemangatiku “mm.. iya deh..”. Dan sejak aku menjadi modelnya, setiap hari Bryan menjemput dan mengantarku pulang.Kadang ia membawaku ke teman-temannya yang suka balapan, kejadian itu berlangsung hingga tiga minggu dan saking seringnya kami jalan, akhirnya kami berdua pun pacaran.
Suatu hari, Bryan tugas ke luar kota untuk bebrapa hari dan aku sendirian dirumahku,aku merasa kesepian tanpaBryan dan untuk melepas rasa rinduku pada Bryan,aku pergi ke tempat Bryan bekerja. Aku melihat hasil karya Brian selama ini, termasuk didalamnya foto pertamaku yang hingga kini masih ia simpan.Aku hanya tersenyum melihat fotoku yang tak sengaja diambil Bryan.
Aku melanjutkan melihat-lihat seisi ruangan kerja Bryan, dan aku penasaran dengan sebuah botol yang berisi cairan diatas lemari.Aku segera mengambilnya dengan meninggikan sedikit badanku keatas dan setelah ku sentuh botol itu, tiba-tiba botol itu tumpah dan cairan yang didalamnya pun membasahi mukaku.Dan sejak saat itu aku todak bisa lagi melihat dengan kedua mataku.Aku menjerit sebisaku dan seorang pegawai kantor segera menelepon Bryan pulang, dan ia membawaku ke rumah sakit.Sesampainya di rumah sakit, ternyata mataku tak bisa sembuh begitu saja, kat dikter yang menanganiku, mataku tak bisa sembuh lagi kecuali ada seseorang pendonor yang mau mendonorkan matanya untukku.
Seminggu kemudian pihak rumah sakit mendapatkan seoarang pendonor mata yang tridak mau disebutkan namanya. Esoknya, mataku diganti dengan mata si pendonor , tapi aku tidak tahu entah siapa yang mendanai semua ini.Setelah beberapa jam kemudian , perban yang membalut mataku dibuka hingga aku bisa melihat kembali.Pertanyaanku pertama yang ada di benakku adalah “siapa yang rela mendonorkan matanya untukku,dan dimana Bryan kekesihku yang selama ini kami selalu bersama..??”
Sudah dua minggu lebih aku mencari orang yang mendonorkan matanya untukku, hingga aku merasa putus asa , dan kuputuskan untuk berhenti mencarinya,lalu aku pulang dengan rasa kecewa karna tidak menemui pendonor itu. Sejenak aku teringat pada Bryan kekasihku dulu, aku benar-benar bingung kemana perginya Bryan. Suatu hari,aku jalan-jalan ke taman kota setelah terlalu lama dirumah. Disana aku menemui seorang yang rasanya pernah ku temui . Ia sedang duduk diatas kursi taman sambil memegang tonkat dan memakai kacamata hitam serta disampingnya selembar foto perempuan . Tak berapa lama kemudian, pikiranku seolah kembali ke masa lalu . Aku mendatanginya dan bertanya panjang lebar hingga akhirnya aku bertanya tentang kebutaannya. Aku pun terkejut dengan jawaban yang diberikan oleh orang itu, ternyata dia adalah Bryan kekasihku dulu dan dia juga yang telah mendonorkan matanya untukku , serta mendanai semua operasi . Aku pun berpura-pura tidak tahu ,aku bertanya soal dimana ia memperoleh uang untuk mendanai semua itu , lalu dijawabnya dari balapan liar , “dan dari balapan liar itu , kurasa uang nya belum cukup, jadi kujual saja motorku..!!” Aku melanjutkan dimana kekasihnya berada ,lalu dijawabnya “Aku tiodak tahu dimana ia sekarang , yang terpenting adalah ia bahagia dan bisa melihat indahnya dunia ini..” . mendengar jawaban itu , aku menangis sejadi-jadinya dan kukatakan bahwa aku adalah kekasihnya dan aku sangat mencintainya…